Oktober 2008


Kerispatih

Kerispatih

E               B
maaf kutelah menyakitimu
C#m            A
ku telah kecewakanmu
E             B
bahkan kusia2kan hidupku
C#m                     A
dan kubawa kau sperti diriku

F#m               B
walau hati ini trus menangis
E             A
menahan kesakitan ini
F#m         B        E
tapi kulakukan semua demi cinta

E                    B
akhirnya juga harus kurelakan
C#m                  A
kehilangan cinta sejatiku
E                B
segalanya tlah kuberikan
C#m            A
juga semua kekuranganku

F#m                B
jika memang ini yang terbaik
E                A
untuk diriku dan dirinya
F#m         B    E
kan kuterima semua demi cinta

[chorus]
A   B       C#m
jujur aku tak kuasa
F#m        B          E
saat terakhirku genggam tanganmu
A   B          C#m
namun yang pasti terjadi
F#m                 B
kita mungkin tak bersama lagi

A  B       C#m
bila nanti esok hari
F#m       B          E
kutemukan dirimu bahagia
A   B       C#m
ijinkan aku titipkan
F#m           B
rasa cinta kita selamanya

[interlude] A Am E C#m F#m B

DISKUSI PANEL : PERAN BIOTEKNOLOGI MODERN DALAM MENINGKATKAN KETAHANAN PANGAN (dan penutupan kegiatan UNEP-GEF Project for Building Capacity for Effective Participation on the Biosafety Clearing House)

Balai Kliring Keamanan Hayati Indonesia (BKKH Indonesia) dan Konsorsium Bioteknologi Indonesia (KBI) akan mengadakan diskusi panel dengan tema “Peran Bioteknologi Modern dalam Meningkatkan Ketahan Pangan”. Bersamaan dengan itu pula diadakan acara penutupan kegiatan UNEP-GEF Project for Building Capacity for Effective Participation on the Biosafety Clearing House. Acara akan dilaksanakan pada :

Hari                       : Sabtu, 1 Nopember 2008
Tempat                  : Ruang Seminar Komisi Utama Lantai 3, Gedung BPPT-II
Jalan M.H. Thamrin No. 8 Jakarta Pusat
Pukul                     : 09.00-15.00 WIB

Pembicara kunci (Keynote Speaker) akan diisi oleh Ir. Erlangga Hartanto, MBA (Ketua PII dan Ketua Komisi VII DPR-RI). Acara akan dibuka oleh Ketua LIPI, Bapak Prof. Dr. Umar Anggara Jenie, M.Sc, Apt.

Diskusi Panel menampilkan pembicara dan pembahas yang berkompeten di bidangnya masing-masing. Para pembicara pada sesi pertama adalah, Dr. Bayu Krisna Murthi (PII, Deputi Menko Polkam), Dr. Liestyani Wijayanti (Staf Ahli Menteri Bidang Pangan dan Kesehatan, KNRT ) dengan pembahas Letjen Purnawirawan Prabowo Subianto (HKTI), Dr. H.S. Dillon (Pakar Sosial Ekonomi Pertanian ). Pembicara pada sesi kedua adalah Dr. Inez H.S. Loedin (Peneliti Senior Puslit Bioteknologi-LIPI, saat ini di IRRI, Focal Point BCH Indonesia), Dr. M. Herman (Anggota TTKH, BB Biogen, Departemen Pertanian) dengan para pembahas Ir. Hary Purwanto, M.Sc. (Asisten Deputi Urusan Kajian Teknoekonomi, KNRT), Dr. Tantono Subagyo (Manager for Regulatory Affairs and Government Affairs, PT Syngenta Indonesia).

Acara penutupan kegiatan UNEP-GEF Project for Building Capacity for Effective Participation on the BCH akan diisi oleh Prof. Dr. Ir. Bambang Prasetya sebagai kepala National Executing Agency (NEA) dan Dr. Inez H. S Loedin selaku Focal Point BCH.

Spanduk

Spanduk

Sumber     : web bch
Design by : Muhamad Dzikri Anugerah (kiki)

Sebelum Sang Ayam Jantan mengeluarkan suaranya yang merdu, kulangkahkan kaki ku dengan penuh semangat, setelah menelan beberapa vitamin setelah sahur. Dengan gontai angin pagi kulalui, dingin nya udara tak menghentikan keinginanku untuk terus maju, berjuang untuk meraih kesuksesaan yang tepat berada di depan mataku. Semangat kata-kata yang sering kuucapkan di dalam lubuk hati ini, kulangkahkan kaki ku menuju masjid yang tepat berada di belakang Stasiun Kereta Api Bogor, kutunaikan kewajibanku, panggilan dari mu yaa Allah SWT. Akan kutunaikan kewajibanku ini, air suci-Mu membasuh wajah yang menginginkan Ridho dan Anugerah-Mu, kumohon lancarkan laah segala urusan duniaku, karena aku teramat ingin membalas semua kebaikan orang tuaku yang dahulu hingga saat ini telah membesarkanku dengan jerih payah nya.

Setelah menunaikan kewajibanku aku segera bergegas menuju stasiun kereta api, seketika itu pula kumelihat pedagang yang ramai menjajakan barang dagangan nya, karena mereka tahu hanya dengan cara ini mereka dapat menafkahi keluarga mereka. Kumulai duduk sendiri di kerumunan orang yang siap menjual barang dagangan nya. Setiap stasiun telah kulalui tak terasa ku sudah semakin dekat dengan tempat tujuan ku, sebelum berhenti kumulai memanjatkan doa kembali, kumohon lancarkan lah Tes ku ini.

Tepat berada di depan kantor PT. Kereta Api (Persero) Manggarai, beribu orang siap bertarung untuk memperoleh jabatan sebagai PNS. Hari itu sangat menegangkan tes tertulis yang kuhadapi saat itu, dan Alhamdulillah kulalui tes hari ini dengan lancar. Hanya menuggu apakah tes ini dapat meluluskan diriku, seminggu kutunggu kabar dari Pak Pos, dan akhirnya pak pos pun datang, aku lulus tes.

(lagi…)

Tentunya semua orang menginginkan kehidupan yang lebih baik, banyak masyarakat Indonesia yang sangat berantusias ingin menjadi seorang Pegawai Negeri Sipil dengan alasan yang bermacam – macam, mulai dari kehidupan yang lebih sejahtera dan status yang menjanjikan.

Dahulu PNS itu sangat tidak dilirik oleh masyarakat Indonesia, karena gaji yang terlalu kecil. Tapi pada beberapa tahun ini peningkatan angka penerimaan CPNS di Indonesia meningkat begitu tajam, puluhan bahkan ratusan orang ingin menjadi PNS. Untuk saat ini sudah tidak mementingkan keinginan hati mereka, banyak sekali masyarakat yang mempunyai disiplin ilmu yang tidak sesuai tetapi mereka tetap memaksakan, sampai akhirnya banyak orang yang memilih atau mengambil Akta IV.

Tidak ada salahnya masyarakat memilih menjadi Akta IV, tapi kasihan masyarakat yang mempunyai disiplin ilmu (S.Pd) mereka merasa terkalahkan, karena banyak masyarakat yang berasumsi jika seorang yang berdisiplin Ilmu contoh Sarjana Ekonomi akan lebih baik dari pada (S.Pd), tapi jangan dulu khawatir karena letak kekalahannya bukan dari itu, (S.Pd) mempunyai pengalaman yang lebih luas untuk mendidik.

Seperti contoh, banyak Kepala Sekolah ataupun Ketua Yayasan di Universitas yang status nya Swasta yang berasumsi “ Pengajar yang baik adalah cara mengajar nya mudah dipahami oleh anak didiknya “ naaah dari situ pun kita sudah dapat menilai.

(lagi…)